Liputan Konferensi Ilmiah Akuntansi

Jelang Pasar Bebas ASEAN, Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Akuntan
Tgl: 26/02/2014 23:19 Reporter: Heri Firmansyah

KBRN, Jakarta : Jumlah akuntan di Indonesia dinilai masih belum mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap penyajian pelaporan keuangan yang akuntabel.

Hal itu dikemukakan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, Prof Dr Wiwik Utami, Ak, CA, kepada RRI, di sela-sela ‘Konferensi Ilmiah Akuntansi I’ di Kampus UMB Jakarta, Rabu (26/7/2014).

Ia menjelaskan, jumlah akuntan di Indonesia saat ini sekitar 10.000 orang, sementara untuk akuntan publik hanya sebanyak 1.000 orang. Jumlah ini dinilai masih sangat kurang dibanding jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa lebih.

Sebagai contoh, negeri jiran Malaysia yang jumlah penduduknya kurang dari 30 juta jiwa, memiliki tak kurang dari 2.500 akuntan publik yang terdaftar dan aktif.

Padahal, menurut Wiwik, akuntan merupakan profesi yang sangat terbuka jelang diberlakukannya Pasar Bebas ASEAN tahun 2015 mendatang.

Hal ini, lanjutnya, antara lain disebabkan masih sedikitnya perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa akuntan publik, sehingga mau tidak mau Indonesia harus cepat menyesuaikankan diri dengan tuntutan pasar.

“Di Indonesia kewajiban untuk menyusun laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik masih sebatas pada perusahaan-perusahaan estate company (Badan Usaha Milik Negara, red), perusahaan-perusahaan yang terkait dengan perbankan, serta perusahaan yang terkait dengan pengunaan dana masyarakat saja. Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan keluarga, itu hanya untuk kebutuhan pajak saja,” terang Wiwik.

Menurut Wiwik, sejak diberlakukannya Undang Undang No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik, maka para sarjana non-akuntansi dapat menjadi akuntan publik asalkan lulus ujian sertifikasi.

Padahal sebelumnya, seorang akuntan publik wajib berstatus Sarjana Akuntansi. Selain itu, mereka juga harus mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan antara 1 hingga 1,5 tahun untuk memperoleh gelar gelar Akuntan. Kemudian akuntan ini diharuskan mendaftar di Kementerian Keuangan untuk mendapat Register Akuntan.

“Setelah itu, baru mereka dapat mengikuti Ujian Profesi Akuntan Publik (CPA Exam), dan apabila lulus dan memiliki pengalaman sebagai auditor, barulah dapat mengurus permohonan izin untuk menjadi Akuntan Publik serta mendirikan Kantor Akuntan Publik,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMB Dr Arissetyanto Nugroho, MM, saat membuka Konferensi Ilmiah Akuntansi I, mengatakan, akuntan merupakan salah satu profesi yang berperan penting dalam sistem keuangan dan pasar modal

Dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan No. 25 tahun 2014 tentang Akuntan Beregister, negara memberikan kepastian hukum bagi akuntan serta mengukuhkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi akuntan yang diakui oleh negara.

“Regulasi tersebut akan meningkatkan kompetensi dan daya saing akuntan Indonesia di tingkat regional dan global, terutama dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang,” ujarnya. (Heri.F/HF)

http://www.antarabanten.com/berita/20064/mahasiswa-teknik-diminta-berpikir-kritis-dan-dinamis

UMB Gandeng IAI KAPd Jakarta dan Banten
Senin, 03 Maret 2014 – 06:21:41 WIB

UMB Gandeng IAI KAPd Jakarta dan Banten

JAKARTA, BP – Dalam rangka pengembangan keilmuan bidang akuntansi di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) wilayah Jakarta-Banten bekerjasama dengan Universitas Mercu Buana (UMB) dan 10 kampus di Jakarta-Banten menyelenggarakan konferensi imliah akuntansi.

Ketua Pelaksana Konferensi Ilmiah Akuntansi, Istiangingsih, mengatakan, konferensi itu dilaksanakan dengan tujuan mengelaborasi praktik dan riset tidak hanya dibidang akuntansi, tetapi bidang ilmu lain yang relevan.

�Kegiatan itu untuk menambah wawasan mahasiswa wilayah Jakarta-Banten mengenai akuntansi,� papar Istiangingsih di Kampus UMB, Kembangan Jakarta Barat, kemarin.

Lanjut dia, kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa akuntansi, terutama pada sesi student colloquium. Menurut Istianingsih, student colloquium biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa S-3 untuk mempresentasikan proposal penelitiannya.

Namun, kata dia, tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa S-3 saja, tetapi memberikan kesempatan juga kepada mahasiswa S-2 dan S-1 akuntansi untuk mempresentasikan proposal penelitiannya. Karena, selama ini, mahasiswa akuntansi selalu kesulitan saat menyelesaikan skripsinya.

�Jadi dengan mengikuti student colloquium ini para pakar dibidang akuntansi bisa menelaah dan memberikan masukan kepada mahasiswa tentang proposalnya,� ucapnya.

Disinggung mengenai lulusan akuntansi banyak diminati oleh perusahaan atau tidak, Istianingsih menambahkan, di masa depan lulusan Akuntasi masih sangat dibutuhkan perusahaan. Mengingat akuntasi memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk berkarir di berbagai bidang pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan, akuntasi, pengauditan, perpajakan, dan akuntasi sektor publik.

�Faktanya, tidak ada satupun organisasi, instansi atau perusahaan yang lepas dari aspek-aspek itu,� jelasnya.

Ia menambahkan, konferensi ilmiah akuntansi ini, rencananya akan dilaksanakan secara regular oleh perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jakarta-Banten. Dia berharap, kegiatan yang diselanggaran dari 26-27 Februari ini dapat menciptakan lulusan-lulusan akuntansi yang handal.(AMN/CMT)

http://bantenposnews.com/berita-10316-umb-gandeng-iai-kapd-jakarta-dan-banten.html

IAI Gelar Seminar Peningkatan Transparansi Pelaporan Keuangan

Kamis, 27 Februari 2014 10:04 WIB | Daerah | Dibaca 561 kali

Oleh: Achmad Irfan

Jakarta, (Antara) – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd) menggelar seminar peningkatan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan untuk strata satu dan dua di Universitas Mercu Buana Jakarta.

Ketua Pelaksana Konferensi Ilmiah Akuntansi Istianingsih mengatakan seminar itu merupakan yang pertama dibuka untuk tingkat strata satu dan dua dan diikuti mahasiswa dari sabang sampai Merauke.

Biasanya, konferensi ilmiah akuntansi ini hanya diikuti oleh jenjang strata tiga atau calon doktor akuntansi saja.

Adapun hasil yang diperoleh 250 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jenjang ini sebagai peserta yakni masukan untuk karyanya.

“Konferensi ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu berguna untuk bahan proposal skripsi, tesis, dan desertasi peserta,” ujarnya.

Seminar “Sinergi Peran Akuntan dan Otoritas Jasa Keuangan dalam  Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pelaporan Keuangan”, menghadirkan beberapa narasumber yakni Prof Ilya Avianti, Prof Mardiasmo, Langgeng Subur, Dr Supriadi, serta berbagai ahli Akuntan lainnya.

Maka itu, seminar nasional hasil kerja sama 11 universitas tersebut, tak hanya diselenggarakan sehari saja, melainkan dua hari yang dibagi di berbagai tempat.

Apalagi, peserta berasal dari berbagai daerah seperti Jabodetebakem Bandung, Bali, Aceh dan wilayah sebrang lainnya.

“Hari pertama digelar seminar nasional lalu ada parallel season. Para peneliti atau peserta berdiskusi dengan narasumber mengenai penelitian yang sedang ditempuh, workshop penelitian tingkat S1 dan S2, serta terakhir student kolokium,” ujarnya.

http://banten.antaranews.com/berita/20042/iai-gelar-seminar-peningkatan-transparansi-pelaporan-keuangan
http://www.antarabanten.com/berita/20042/iai-gelar-seminar-peningkatan-transparansi-pelaporan-keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *