Liputan media Konferensi nasional komunikasi

http://www.batamdaily.co.id/2014/03/12/mercu-buana-gelar-konferensi-nasional-komunikasi/

Mercu Buana Gelar Konferensi Nasional Komunikasi

BATAMDAILY.CO.ID – Kebebasan pers di era demokrasi ini perlu dikawal, karena media massa saat ini sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan ada lebih dari 3.000 media massa, baik elektronik maupun cetak saat ini.  Sehingga media massa telah menjadi kekuatan yang dahsyat. Dan menurut Priyo, akademisi di bidang komunikasilah yang punya peran untuk mengawal ini.

Sebagai pilar negara keempat, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif, kepentingan negara tetap perlu menjadi perhatian utama media massa. Menurutnya, media massa tak boleh bekerja hanya untuk kepentingan pihak tertentu saja.

“Media dulunya corong ideologi negara. Saat itu kehebatan leluhur yang disiarkan. Kini berubah jadi corong demokrasi rakyat, politik, dan pengembangan demokrasi,” kata Priyo dalam Konferensi Nasional Komunikasi, di BCC Hotel Batam, Selasa (11/3).

Ia menilai saat ini tepaselira sudah mulai hilang, tenggang rasa pun sudah memudar. Sehingga ia berharap melalui kegiatan ini kelak bisa timbul pemikiran besar dari ahli komunikasi demokrasi yang berkembang sejalan dengan media massa dalam rangka kontrol politik nasional.

Kegiatan konferensi nasional komunikasi ini diadakan oleh Universitas Mercu Buana. Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Agustina Zubair mengatakan kegiatan serupa sudah sering mereka laksanakan sebelumnya. Seperti di Palembang, serta kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Hanya tema yang diusung selalu berbeda.

Adapun tema yang diangkat kali ini adalah Komunikasi Politik untuk Demokrasi Indonesia Lebih Baik. Tema ini dipilih karena sebentar lagi warga Indonesia akan mengikuti pesta demokrasi, Pemilihan Umum 9 April 2014.

Narasumber lain yang dihadirkan yaitu Aida Ismeth, anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Riau. Sementara pesertanya berasal dari kalangan akademisi dan peneliti Ilmu Komunikasi beberapa provinsi, praktisi komunikasi dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi, serta mahasiswa.(ayt)

http://mediacenter.batamkota.go.id/kebebasan-media-massa-perlu-dikawal/

Kebebasan Media Massa Perlu Dikawal

Kebebasan Media Massa Perlu Dikawal

Batam Media Center- Media massa sangat berpengaruh dalam era demokrasi ini. Namun ada beberapa hal yang perlu dijaga dalam masa kebebasan pers.

Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan saat ini ada lebih dari 3.000 media massa, baik elektronik maupun cetak. Dan media massa telah menjelma menjadi kekuatan yang dahsyat, sehingga perlu dikawal dengan benar.

“Akademisi komunikasi yang punya tanggungjawab untuk ini,” kata Priyo dalam Konferensi Nasional Komunikasi, di BCC Hotel Batam, Selasa (11/3).

Priyo mengatakan pers sebagai pilar negara yang keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Karena dahsyatnya pengaruh media ini juga Priyo mengingatkan media untuk tetap bekerja demi kepentingan negara. Tidak menjadi corong untuk pihak-pihak tertentu saja.

Menurut Priyo, media dulu merupakan corong ideologi negara. Doktrin-doktrin kehebatan leluhur yang disiarkan. Sementara media massa kini berubah jadi corong demokrasi rakyat, politik, dan pengembangan demokrasi.

“Tepa selira mulai hilang, tenggang rasa sudah memudar,” katanya.

Ia berharap di Batam bisa timbul pemikiran ahli komunikasi demokrasi yang berkembang sejalan dengan media massa dalam rangka kontrol politik nasional.

Konferensi ini diadakan oleh Universitas Mercu Buana, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian komunikasi politik.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Agustina Zubair mengatakan kegiatan serupa sudah sering mereka laksanakan. Sebelumnya di Palembang, serta kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Temanya saja yang berbeda-beda. Karena sekarang mendekati masa Pemilu, makanya kami ambil tema Komunikasi Politik untuk Demokrasi Indonesia Lebih Baik,” kata Agustina.

Tema tersebut juga menjadi bentuk kritisi terhadap peran media saat ini. Menurutnya media dulu masih independen. Sedangkan media sekarang sudah banyak yang ditunggangi kepentingan tertentu.

Melalui kegiatan ini diharapkan akademisi Ilmu Komunikasi bisa ikut mengawasi perkembangan media massa di tengah masyarakat.

Narasumber yang dihadirkan selain Priyo Budi Santoso yaitu anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Riau, Aida Ismeth. Konferensi ini diikuti kalangan akademisi dan peneliti Ilmu Komunikasi dari beberapa provinsi, praktisi komunikasi dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi, serta mahasiswa.

http://batampos.co.id/11-03-2014/ini-pandangan-priyo-budi-santoso-soal-demokrasi/

Ini Pandangan Priyo Budi Santoso Soal Demokrasi

Demokrasi bukan monopoli satu gagasan dan kepentingan. Lebih dari itu, demokrasi memberi ruang berbagai macam perbedaan untuk bertemu bahkan berbenturan satu sama lain selama masih dalam koridor yang benar.

“Demokrasi harus memberi kesempatan aneka warna berbenturan, jangan pernah melarang karena itu kodrati,” ujar Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR RI di acara Konferensi Nasional Komunikasi Politik 2014 “Menuju Demokrasi Indonesia Lebih Baik” yang diadakan Universitas Mercu Buana Jakarta di Hotel BCC, Lubukbaja, siang tadi, Selasa (11/3).

Perbedaan pandangan dalam demokrasi, kata dia, tak ubahnya manusia yang diciptakan berbeda-beda di dalam satu wadah dunia ini. Ditarik ke dalam ranah demokrasi, perbedaan itu harusnya memperkaya gagasan untuk membangun suatu bangsa yang lebih maju dan kuat. Bukan sebaliknya, perbedaan malah meletupkan konflik yang membuat kemunduran suatu bangsa.

“Perbedaan pandangan tidak kemudian membuat terjadinya gesekan,” katanya.

Priyo yang ditunjuk sebagai keynote speech pada acara tersebut lantas menekankan pentingnya berdemokrasi dengan tetap mengakar pada jati diri dan kearifan bangsa. Komunikasi politik yang baik juga harus dikuasai oleh para pelaku demokrasi, dengan memanfaatkan media secara tepat.

Di singgung masih banyaknya calon legeslatif (Caleg) yang berkampanye dengan memasang atribut di sembarang tempat, Priyo mengatakan itu malah bisa memberi dampak buruk bagi caleg itu sendiri. Misalnya, caleg yang memasang foto dan atribut kampanye di pohon-pohon tepi jalan.

“Memasang gambar serampangan itu malah memberi nilai buruk, rugi besar jika tujuannya menggapai simpati malah menuai sebaliknya,” ujar politisi yang juga Ketua Umum Ormas MKGR tersebut.

Priyo juga mengingatkan jelang masuknya periode kampanye, agar para caleg dan kandidat yang akan bertarung di Pemilu nanti tidak serta merta melakukan kampanye hitam. Ambil contoh menjatuhkan lawan dengan jalan tak benar.

“Dalam kampanye kita juga tidak boleh menjelekkan yang lain,” pesannya.

Pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur tersebut juga menyoroti peran pers yang cukup besar dalam era demokrasi sekarang ini. Bahkan, kata Priyo, pers sudah menjadi pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Hanya saja, kata dia, independensi pers harus dititikberatkan agar dapat berjalan sesuai fungsinya.

“Pers kami ajak ikut sebagai peniup terompet untuk demokrasi, pers harus mengawalnya dengan baik,” katanya.(rna)

Liputan Konferensi Ilmiah Akuntansi

Jelang Pasar Bebas ASEAN, Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Akuntan
Tgl: 26/02/2014 23:19 Reporter: Heri Firmansyah

KBRN, Jakarta : Jumlah akuntan di Indonesia dinilai masih belum mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap penyajian pelaporan keuangan yang akuntabel.

Hal itu dikemukakan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, Prof Dr Wiwik Utami, Ak, CA, kepada RRI, di sela-sela ‘Konferensi Ilmiah Akuntansi I’ di Kampus UMB Jakarta, Rabu (26/7/2014).

Ia menjelaskan, jumlah akuntan di Indonesia saat ini sekitar 10.000 orang, sementara untuk akuntan publik hanya sebanyak 1.000 orang. Jumlah ini dinilai masih sangat kurang dibanding jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa lebih.

Sebagai contoh, negeri jiran Malaysia yang jumlah penduduknya kurang dari 30 juta jiwa, memiliki tak kurang dari 2.500 akuntan publik yang terdaftar dan aktif.

Padahal, menurut Wiwik, akuntan merupakan profesi yang sangat terbuka jelang diberlakukannya Pasar Bebas ASEAN tahun 2015 mendatang.

Hal ini, lanjutnya, antara lain disebabkan masih sedikitnya perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa akuntan publik, sehingga mau tidak mau Indonesia harus cepat menyesuaikankan diri dengan tuntutan pasar.

“Di Indonesia kewajiban untuk menyusun laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik masih sebatas pada perusahaan-perusahaan estate company (Badan Usaha Milik Negara, red), perusahaan-perusahaan yang terkait dengan perbankan, serta perusahaan yang terkait dengan pengunaan dana masyarakat saja. Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan keluarga, itu hanya untuk kebutuhan pajak saja,” terang Wiwik.

Menurut Wiwik, sejak diberlakukannya Undang Undang No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik, maka para sarjana non-akuntansi dapat menjadi akuntan publik asalkan lulus ujian sertifikasi.

Padahal sebelumnya, seorang akuntan publik wajib berstatus Sarjana Akuntansi. Selain itu, mereka juga harus mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan antara 1 hingga 1,5 tahun untuk memperoleh gelar gelar Akuntan. Kemudian akuntan ini diharuskan mendaftar di Kementerian Keuangan untuk mendapat Register Akuntan.

“Setelah itu, baru mereka dapat mengikuti Ujian Profesi Akuntan Publik (CPA Exam), dan apabila lulus dan memiliki pengalaman sebagai auditor, barulah dapat mengurus permohonan izin untuk menjadi Akuntan Publik serta mendirikan Kantor Akuntan Publik,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMB Dr Arissetyanto Nugroho, MM, saat membuka Konferensi Ilmiah Akuntansi I, mengatakan, akuntan merupakan salah satu profesi yang berperan penting dalam sistem keuangan dan pasar modal

Dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan No. 25 tahun 2014 tentang Akuntan Beregister, negara memberikan kepastian hukum bagi akuntan serta mengukuhkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi akuntan yang diakui oleh negara.

“Regulasi tersebut akan meningkatkan kompetensi dan daya saing akuntan Indonesia di tingkat regional dan global, terutama dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang,” ujarnya. (Heri.F/HF)

http://www.antarabanten.com/berita/20064/mahasiswa-teknik-diminta-berpikir-kritis-dan-dinamis

UMB Gandeng IAI KAPd Jakarta dan Banten
Senin, 03 Maret 2014 – 06:21:41 WIB

UMB Gandeng IAI KAPd Jakarta dan Banten

JAKARTA, BP – Dalam rangka pengembangan keilmuan bidang akuntansi di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) wilayah Jakarta-Banten bekerjasama dengan Universitas Mercu Buana (UMB) dan 10 kampus di Jakarta-Banten menyelenggarakan konferensi imliah akuntansi.

Ketua Pelaksana Konferensi Ilmiah Akuntansi, Istiangingsih, mengatakan, konferensi itu dilaksanakan dengan tujuan mengelaborasi praktik dan riset tidak hanya dibidang akuntansi, tetapi bidang ilmu lain yang relevan.

�Kegiatan itu untuk menambah wawasan mahasiswa wilayah Jakarta-Banten mengenai akuntansi,� papar Istiangingsih di Kampus UMB, Kembangan Jakarta Barat, kemarin.

Lanjut dia, kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa akuntansi, terutama pada sesi student colloquium. Menurut Istianingsih, student colloquium biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa S-3 untuk mempresentasikan proposal penelitiannya.

Namun, kata dia, tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa S-3 saja, tetapi memberikan kesempatan juga kepada mahasiswa S-2 dan S-1 akuntansi untuk mempresentasikan proposal penelitiannya. Karena, selama ini, mahasiswa akuntansi selalu kesulitan saat menyelesaikan skripsinya.

�Jadi dengan mengikuti student colloquium ini para pakar dibidang akuntansi bisa menelaah dan memberikan masukan kepada mahasiswa tentang proposalnya,� ucapnya.

Disinggung mengenai lulusan akuntansi banyak diminati oleh perusahaan atau tidak, Istianingsih menambahkan, di masa depan lulusan Akuntasi masih sangat dibutuhkan perusahaan. Mengingat akuntasi memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk berkarir di berbagai bidang pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan, akuntasi, pengauditan, perpajakan, dan akuntasi sektor publik.

�Faktanya, tidak ada satupun organisasi, instansi atau perusahaan yang lepas dari aspek-aspek itu,� jelasnya.

Ia menambahkan, konferensi ilmiah akuntansi ini, rencananya akan dilaksanakan secara regular oleh perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jakarta-Banten. Dia berharap, kegiatan yang diselanggaran dari 26-27 Februari ini dapat menciptakan lulusan-lulusan akuntansi yang handal.(AMN/CMT)

http://bantenposnews.com/berita-10316-umb-gandeng-iai-kapd-jakarta-dan-banten.html

IAI Gelar Seminar Peningkatan Transparansi Pelaporan Keuangan

Kamis, 27 Februari 2014 10:04 WIB | Daerah | Dibaca 561 kali

Oleh: Achmad Irfan

Jakarta, (Antara) – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd) menggelar seminar peningkatan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan untuk strata satu dan dua di Universitas Mercu Buana Jakarta.

Ketua Pelaksana Konferensi Ilmiah Akuntansi Istianingsih mengatakan seminar itu merupakan yang pertama dibuka untuk tingkat strata satu dan dua dan diikuti mahasiswa dari sabang sampai Merauke.

Biasanya, konferensi ilmiah akuntansi ini hanya diikuti oleh jenjang strata tiga atau calon doktor akuntansi saja.

Adapun hasil yang diperoleh 250 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jenjang ini sebagai peserta yakni masukan untuk karyanya.

“Konferensi ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu berguna untuk bahan proposal skripsi, tesis, dan desertasi peserta,” ujarnya.

Seminar “Sinergi Peran Akuntan dan Otoritas Jasa Keuangan dalam  Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pelaporan Keuangan”, menghadirkan beberapa narasumber yakni Prof Ilya Avianti, Prof Mardiasmo, Langgeng Subur, Dr Supriadi, serta berbagai ahli Akuntan lainnya.

Maka itu, seminar nasional hasil kerja sama 11 universitas tersebut, tak hanya diselenggarakan sehari saja, melainkan dua hari yang dibagi di berbagai tempat.

Apalagi, peserta berasal dari berbagai daerah seperti Jabodetebakem Bandung, Bali, Aceh dan wilayah sebrang lainnya.

“Hari pertama digelar seminar nasional lalu ada parallel season. Para peneliti atau peserta berdiskusi dengan narasumber mengenai penelitian yang sedang ditempuh, workshop penelitian tingkat S1 dan S2, serta terakhir student kolokium,” ujarnya.

http://banten.antaranews.com/berita/20042/iai-gelar-seminar-peningkatan-transparansi-pelaporan-keuangan
http://www.antarabanten.com/berita/20042/iai-gelar-seminar-peningkatan-transparansi-pelaporan-keuangan

Liputan PERNIK Mahasiswa Fakultas Teknik

Mahasiswa Teknik Diminta Berpikir Kritis Dan Dinamis

Senin, 03 Maret 2014 14:50 WIB | Daerah | Dibaca 355 kali

Oleh: Achmad Irfan

Jakarta, (Antara) – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jakarta, diminta berpikir kritis dalam melihat peluang dan dinamis untuk membuka usaha baru.

“Mahasiswa tidak bisa mengandalkan ijazah saja tetapi juga kreatifitas dan sikap kritis serta tahan mental dalam menghadapi persaingan,” kata Wakil Rektor Universitas Mercu Buana, Dana Santoso di ditemui usai membuka Pekan Karya Teknik 2014, Senin.

Dana Santoso mengatakan, perkembangan teknologi dan kemudahan untuk mengakses segala sesuatunya membuat orang menjadi malas dalam mengembangkan kreatifitasnya.

Akibatnya, banyak orang yang memilih pekerjaan dengan jarak dekat dan cepat diselesaikan. Dibandingkan dengan kerjaan kasar seperti jurusan teknik. Padahal, hasil karya yang dihasilkan dari ilmu teknik merupakan pokok utama sebelum dinikmati banyak orang.

“Banyak yang memilih pekerjaan instant karena kemajuan teknologi seperti gadget. Padahal, ilmu teknik adalah pokok utamanya,” ujarnya.

Dana mencontohkan mengenai pengusaha Joko Supono selalu Dirut PT Amanah Prima Indonesia yang melihat peluang usaha dari jus buah.

Meski semua pihak membuat jus buah, namun Joko Supono mendesainnya dengan hal yang beda dan daya tarik bagi pembeli. “Mahasiswa memiliki kemampuan dengan teori dan literatur. Semestinya dapat memanfaatkan itu,” tegasnya.

Dana juga menyoroti mengenai rendahnya minat terhadap jurusan teknik. Hal itu karena, jurusan teknik selalu bersentuhan dengan hal – hal yang kasar seperti melakukan las atau bubut.

Akibatnya, peminat mahasiswa jurusan teknik sangat minim. Maka itu, pelaku usaha harus gencar melakukan sosialisasi dan kegiatan yang melibatkan pelajar SMA kelas 2 dan 3 agar tergambar mengenai minat jurusan teknik.

“Kami juga sudah minta kerjasama dengan pelaku industri agar membantu menyalurkan dan mengembangkan kreatifitas mahasiswa dalam pekerjaannya,” ujarnya.

http://www.antarabanten.com/berita/20064/mahasiswa-teknik-diminta-berpikir-kritis-dan-dinamis